Archive | March, 2012

disAppointment: ‘when a woman is humiliated!’

28 Mar

Selasa (27/3), Pagi hari terlihat enjoy dan fun, but who knows after that she is different.Kita tidak akan pernah tau perasaan teman atau orang yang berharga bagi hidup kita kecuali ia berani mengungkapkan apa yang ia rasakan dan pikirkan. Aku bukanlah orang yang dapat memberikan jaminan bagi siapa saja yang ‘curhat’ padaku dapat aku selesaikan masalahnya. Tapi aku sebagai manusia tentunya sadar hanya dengan mendengarkan mereka yang sedang bergejolak hati dan pikirannya, pastinya akan lebih membaik ketika mereka dapat menceritakan apa yang ada dihatinya.

Wanita memiliki kuadrat yang langsung berkenaan dengan hati dan nurani. Wanita memang lebih peka dan perasa dalam segala hal. Mereka memang lebih mudah menangis dan tersinggung, tapi bukan berarti mereka dapat dengan mudah dipermainkan. Kalau ada istilah wanita adalah racun dunia, maka aku membenarkan hal itu. Perasaan wanita yang lembut ini, aku rasa mampu mengikis perasaan siapa saja meskipun sekeras batu. Wanita mampu membolak-balikkan perasaan seorang laki-laki, maka sebaiknya berhati-hati dalam hal itu. Pahami wanita sebagai wanita bukanlah sebagai teman.

Malamnya, setelah aku dan teman-teman kampusku selesai nonton di 21cinema. Aku secara pribadi mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari teman satu atapku. Awalnya kami hanya bertukar video music, lanjut ke obrolan hangat sesama wanita hingga waktu menunjukkan hampir tengah malam, temanku tiba-tiba menangis dihadapanku. Apa kalian tau apa yang ada di dalam hati dan pikiranku? KOSONG, aku tidak mampu malakukan apapun, tidak mampu mengontrol seluruh tubuhku. Saat itu pintu kamarku tertutup rapat, Astaga ini benar-benar rahasia, pikirku ketika itu. Dari sinilah aku dapat mengkoreksi kesalahanku sekaligus mengetahui hal-hal baru mengenai sebagian perasaan wanita lainnya.

Silahkan dipikirkan, apakah kalian sebagai wanita juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan olah temanku ini? Mungkin ini bisa sedikit membantu bagi mereka yang memikili masalah yang sama dengannya. (Ini tidak menutup kemungkinan untuk para Laki-laki mengetahui apa yang dirasakan wanita)

Wanita tidak suka dipermalukan di muka umum dalam artian di luar orang-orang yang tidak dekat atau mengetahui ia itu seperti apa sebenarnya. Benar, siapapun tentunya kurang suka ketika ia dipermalukan tidak hanya wanita. Maka aku hanya bisa memberikan saran bahwa sebagai wanita seharusnya juga mampu menutup dan menghandle rasa malu itu, mungkin dengan menjadi wanita polos (mengutip istilah zaman sekarang) atau ia dapat benar-benar menjadi orang yang memalukan dirinya yang pada initinya membuat orang sekitarlah yang menjadi tidak peka bahwa ia sedang mempermalukan diri ia sendiri.

Wanita itu mudah mengingat hal-hal yang membuatnya paling tidak berharga ataupun menjadi paling berharga bagi orang lain. Benar, apalagi ketika ia berada di sekitar orang-orang yang paling ia sayangi. Ia akan merasa lebih sensitif sekaligus agresif dalam menghadapi masalah ketika situasi menghantarkan ia di antara orang-orang yang penting baginya.

Ia seorang yang pemalas,bagaimana menanganinya?. Saat itu aku hanya menyarankan hal dasar yang paling jarang ia lakukan, misalnya mulai dari membiasakan untuk melihat kamar bersih ketika pergi dan pulang.

Ia juga ingin berubah. Yang mengatakan atau memberikan saran kepada ia yang bermasalah memang lebih mudah, akan sulit bagi ia yang menjalaninya. Sabar, itu kuncinya. Sabar itu bukan untuk ia yang ingin berubah, tapi untuk mereka yang menjadi orang-orang yang mengharapkan perubahan tersebut.

Demikianlah apa yang bisa aku bagikan hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa dipetik maknanya 🙂 (IP)

Happy Family — Never Ending

23 Mar

Kita baru menyadari hal apa yang paling berharga ketika hal tersebut telah menghilang dari hadapan kita“, kata-kata itu sepantasnya telah banyak kita dengar dari orang-orang bijak. Akan tetapi entah mengapa malam ini, kata-kata itu menjadi teguran hangat yang menyentuh renunan jiwa dan hati terdalamku hingga menitihkan air mata.

Jumat (23/3), aku termenung dalam hangatnya air mata. Aku merasa bahagia dan bersyukur pernah dilahirkan dari seorang Ibu yang tulus mencintaiku dan memmiliki Bapak yang sayang padaku. Rasanya aku juga membenarkan pepatah yang mengartikan “kasih ibu(orang tua) sepanjang masa, sedangkan kasih kita hanya sepanjang jalan“, kasihku pada mereka tidak akan pernah menggantikan kasih sayang yang telah mereka berikan selama hidupku. Akankah ada kesempatan yang sama bagiku untuk memberikan kasih yang sama kepada penerusku nantinya? Semoga saja jawabannya iya.

Banyak orang diluar sana yang mungkin saja tidak seberuntung aku, dimana aku diberikan kesempatan menerima dan memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang juga sayang padaku. Lalu apakah dengan itu akan membuat seseorang yang tidak beruntung tersebut manjadi kecewa dan menyerah? Tidak. Justru sebenarnya mereka memiliki kasih sayang yang lebih banyak dari pada apa yang aku miliki. Mereka bebas memberikan dan menerima kasih sayang dari siapa saja, sama sepertiku. Lalu apa yang menjadi masalahnya?

Benar, ini adalah masalah bagi mereka yang memiliki anak angkat atau saudara tidak kandung. Maka sayangilah anak angkatmu sebagaimana kamu menyayangi anak kandungmu, berikan keadilan yang sama pada mereka seperti kamu memberikan keadilan pada anak kandungku. Emm, begitu juga dengan mereka yang dijadikan sebagai anak angkat atau saudara tidak kandung. Jadilah anak yang baik, yang sekiranya kamu bisa mambahagiakan orang tua angkatmu, bahkan jika saja bisa, tolonglah orang tua angkatmu ke Surga dengan kabaikan dan ketulusanmu sama seperti ketika kamu dapat menolong orang tua kandungmu ke Suraga.

Dan ingatlah bahwa “orang yang terlihat paling bahagia saat itu, belum tentu menjadi orang yang paling bahagia saat itu” namun perlu di-ingat juga bahwa “Kebahagiaan kita bukanlah ditentukan oleh orang lain. Jika kamu ingin bahagia hari ini, maka putuskanlah untuk bahagia hari ini” – Terima kasih. (IP)

What are wrong with fans-club Korean version and Japan version?

5 Mar

Senin (5/3), saya ditengah rasa parno dan khawatir, saya mendatangi kamar teman saya dan disanalah kita mulai berbincang-bincang.

Berawal dari cerita teman saya (sebut saja Mis. R) yang sedang kesal dengan salah satu Admin fans-club girlband Korea. Mis R berpendapat bahwa si Admin ini TIDAK TEGAS, masih LABIL, dan tugas sebagai admin juga masih BELUM JELAS. Tiba-tiba rasa kesal Mis R berpindah ke Admin fans-club band-wanita dari Jepang. Mis R berpendapat bahwa si Admin ini KETERLALUAN, sering kali MEMBESARKAN MASALAH melalui MEDIA ONLINE jadi terkesan main belakang. Ditambah lagi anggota yang lain juga ada yang ANEH(-).

Oke. Kita lupakan masalah kesal. Hingga akhirnya kita memberikan perbandingan antara kedua fans-club tersebut. Sebenarnya ini lebih cenderung suatu perbandingan yang mungkin bisa menjadi evaluasi diri untuk para Admin/Anggota fans-club’s, yaitu:

  1. Kenapa ya, FC Korea itu cenderung LABIL sedangkan FC Jepang SANTAI ABISSS?
  2. Mengapa para COWOK yang tergabung dalam FC Korea lebih nggak guna (maksudnya: jarang ada yang JAGO’ dengan IT) sedangkan FC Jepang bertaburan tapi SENGA’ ABISSS? oia, saya sempat perpikir apakah salah satu penyebabnya FC Jepang kebanyakan bersumber dari para penggemar anime/game?
  3. Mengapa barang-barang souvenir penunjang konser, Korea MAHAL untuk barang yang KECIL sedangkan Jepang MAHAL untuk barang yang BESAR tapi cenderung NGGAK GUNA ketika konser :-(?
  4. Coba ditanya deh sama orang yang suka dengan Korea/Jepang kemudian bikang “Kenapa suka Korea/Jepang”. Kebanyakan akan menjawab: (a) Korea: girlband-nya cantik-cantik cuy atau boyband-nya cakep-cakep, romantis, dan jago dance. (b) Jepang: bahasanya lebih mudah di-ingat, band-nya keren, penggemarnya teratur, dan negaranya maju. Mengapa seperti itu komentarnya?

Sampai pada akhir diskusi, kita diam dan tertawa sendiri. Padahal kita sendiri adalah penggemar kedua negara tersebut dan yang perlu ditekankan juga kita juga salah satu anak yang mengerti tentang IT. hahaha…. Kemudian kita tanya sama diri kita sendiri pertanyaan tersebut dan jawaban saya adalah “kalau begitu, saya harus mulai bergerak untuk menjadi seorang Admin yang baik. Karena pada dasarnya saya kurang tertarik untuk menjadi Admin FC” dan jawaban Mis R adalah “Malas ah… Biarin aja kayak gini. Biar hidup seimbang” hahaha… Aneh bukan?