What are wrong with fans-club Korean version and Japan version?

Senin (5/3), saya ditengah rasa parno dan khawatir, saya mendatangi kamar teman saya dan disanalah kita mulai berbincang-bincang.

Berawal dari cerita teman saya (sebut saja Mis. R) yang sedang kesal dengan salah satu Admin fans-club girlband Korea. Mis R berpendapat bahwa si Admin ini TIDAK TEGAS, masih LABIL, dan tugas sebagai admin juga masih BELUM JELAS. Tiba-tiba rasa kesal Mis R berpindah ke Admin fans-club band-wanita dari Jepang. Mis R berpendapat bahwa si Admin ini KETERLALUAN, sering kali MEMBESARKAN MASALAH melalui MEDIA ONLINE jadi terkesan main belakang. Ditambah lagi anggota yang lain juga ada yang ANEH(-).

Oke. Kita lupakan masalah kesal. Hingga akhirnya kita memberikan perbandingan antara kedua fans-club tersebut. Sebenarnya ini lebih cenderung suatu perbandingan yang mungkin bisa menjadi evaluasi diri untuk para Admin/Anggota fans-club’s, yaitu:

  1. Kenapa ya, FC Korea itu cenderung LABIL sedangkan FC Jepang SANTAI ABISSS?
  2. Mengapa para COWOK yang tergabung dalam FC Korea lebih nggak guna (maksudnya: jarang ada yang JAGO’ dengan IT) sedangkan FC Jepang bertaburan tapi SENGA’ ABISSS? oia, saya sempat perpikir apakah salah satu penyebabnya FC Jepang kebanyakan bersumber dari para penggemar anime/game?
  3. Mengapa barang-barang souvenir penunjang konser, Korea MAHAL untuk barang yang KECIL sedangkan Jepang MAHAL untuk barang yang BESAR tapi cenderung NGGAK GUNA ketika konser :-(?
  4. Coba ditanya deh sama orang yang suka dengan Korea/Jepang kemudian bikang “Kenapa suka Korea/Jepang”. Kebanyakan akan menjawab: (a) Korea: girlband-nya cantik-cantik cuy atau boyband-nya cakep-cakep, romantis, dan jago dance. (b) Jepang: bahasanya lebih mudah di-ingat, band-nya keren, penggemarnya teratur, dan negaranya maju. Mengapa seperti itu komentarnya?

Sampai pada akhir diskusi, kita diam dan tertawa sendiri. Padahal kita sendiri adalah penggemar kedua negara tersebut dan yang perlu ditekankan juga kita juga salah satu anak yang mengerti tentang IT. hahaha…. Kemudian kita tanya sama diri kita sendiri pertanyaan tersebut dan jawaban saya adalah “kalau begitu, saya harus mulai bergerak untuk menjadi seorang Admin yang baik. Karena pada dasarnya saya kurang tertarik untuk menjadi Admin FC” dan jawaban Mis R adalah “Malas ah… Biarin aja kayak gini. Biar hidup seimbang” hahaha… Aneh bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s