Happy Family — Never Ending

Kita baru menyadari hal apa yang paling berharga ketika hal tersebut telah menghilang dari hadapan kita“, kata-kata itu sepantasnya telah banyak kita dengar dari orang-orang bijak. Akan tetapi entah mengapa malam ini, kata-kata itu menjadi teguran hangat yang menyentuh renunan jiwa dan hati terdalamku hingga menitihkan air mata.

Jumat (23/3), aku termenung dalam hangatnya air mata. Aku merasa bahagia dan bersyukur pernah dilahirkan dari seorang Ibu yang tulus mencintaiku dan memmiliki Bapak yang sayang padaku. Rasanya aku juga membenarkan pepatah yang mengartikan “kasih ibu(orang tua) sepanjang masa, sedangkan kasih kita hanya sepanjang jalan“, kasihku pada mereka tidak akan pernah menggantikan kasih sayang yang telah mereka berikan selama hidupku. Akankah ada kesempatan yang sama bagiku untuk memberikan kasih yang sama kepada penerusku nantinya? Semoga saja jawabannya iya.

Banyak orang diluar sana yang mungkin saja tidak seberuntung aku, dimana aku diberikan kesempatan menerima dan memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang juga sayang padaku. Lalu apakah dengan itu akan membuat seseorang yang tidak beruntung tersebut manjadi kecewa dan menyerah? Tidak. Justru sebenarnya mereka memiliki kasih sayang yang lebih banyak dari pada apa yang aku miliki. Mereka bebas memberikan dan menerima kasih sayang dari siapa saja, sama sepertiku. Lalu apa yang menjadi masalahnya?

Benar, ini adalah masalah bagi mereka yang memiliki anak angkat atau saudara tidak kandung. Maka sayangilah anak angkatmu sebagaimana kamu menyayangi anak kandungmu, berikan keadilan yang sama pada mereka seperti kamu memberikan keadilan pada anak kandungku. Emm, begitu juga dengan mereka yang dijadikan sebagai anak angkat atau saudara tidak kandung. Jadilah anak yang baik, yang sekiranya kamu bisa mambahagiakan orang tua angkatmu, bahkan jika saja bisa, tolonglah orang tua angkatmu ke Surga dengan kabaikan dan ketulusanmu sama seperti ketika kamu dapat menolong orang tua kandungmu ke Suraga.

Dan ingatlah bahwa “orang yang terlihat paling bahagia saat itu, belum tentu menjadi orang yang paling bahagia saat itu” namun perlu di-ingat juga bahwa “Kebahagiaan kita bukanlah ditentukan oleh orang lain. Jika kamu ingin bahagia hari ini, maka putuskanlah untuk bahagia hari ini” – Terima kasih. (IP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s