Bahagia Untuk Orang Lain

Beberapa minggu belakangan ini, menjadi minggu-minggu yang sangat membahagiakan bagiku. Aku merasakan kasih sayang dari kekasih Tunggalku, ALLAH SWT. Betapa kuatnya hati yang telah Dia ciptakan, yang telah ditanamkan pada tubuh lemah ku ini. Betapa kuatnya otak yang Dia hadirkan pada kepalaku ini, yang mampu menampung dan menyelesaikan semua masalah yang terjadi di hadapanku.

Kebahagiaan sejatinya datang di waktu yang tidak disangka-sangka. Kebahagiaan itu akan menggantikan air mata kesedihan menjadi air mata haru. Memberikan kekuatan yang lebih kepada tubuh lemah ini.

PENDENGAR YANG BAIK

Menjadi pendengar bagi orang-orang terdekat kita memang sangat membahagiakan. Kita menjadi berguna bagi orang yang kita sayangi. Secara tidak langsung kekuatan akan lahir dari kelemahan yang diutarakan oleh orang terdekat kita itu, mengubah rasa takut menjadi senyuman yang paling indah. Tapi hingga kapan itu akan bertahan? Pataskah aku lelah dengan cerita itu semua?

Sewajarnya aku TIDAK pantas untuk menyerah dengan cerita dari mereka. Tampung semua cerita mereka hingga batas kemampuanmu. Menjadi orang yang dipercaya itu sangat sulit ditemukan di jagat raya ini. Jadi gunakanlah kesempatan yang telah diberikan. Tanamkan rasa simpati dan tawarkan tangan persahabatanmu pada mereka.

MENJADI PIHAK KE-3

Memastikan bahwa kita adalah pihak ke-3 dari orang-orang terdekat, merupakan hal yang cukup sulit dilakukan. Apalagi jika kita terpilih sebagai orang yang harus menjaga rahasia di kedua belah pihak tersebut. Bagaimana kita bisa memposisikan diri kita adalah pihak ke-3 yang baik bagi mereka. Apakah kita harus diam ketika salah satu pihak bertanya tentang pihak lain yang semestinya kita jaga kerahasiaannya.

Kalau kata teman saya (RR): “Jika kita berhubungan dengan orang yang pintar dalam Komunikasi, maka kita diharapkan dapat waspada terhadap apa yang harus kita ceritakan dengan beliau. Kita juga harus pintar memilah-milah cerita yang beliau berikan kepada kita. Sebab ada banyak makna yang tersirat di dalamnya, sekaligua akan ada banyak peristiwa yang akan terjadi akibat percakapan dengan beliau.”

BOSAN

Menjadi pendengar dan pihak ke-3 merupakan tantangan yang dapat membuat tingkat kebosanan datang dengan cepat. Bosan, bukan karena cerita mereka tapi justru bosan untuk memilih kata-kata atau makna yang paling baik yang tersirat dari cerita-cerita mereka. Bosan dimana kita harus menjadi kuat di hadapan mereka. Bosan karena kita harus tersenyum di hadapan mereka. Bosan, karena ternyata kita memiliki masalah sendiri yang tidak bisa kita bagikan dengan mereka.

Bukan karena tidak ada rasa percaya, tapi justru kita menghawatirkan keadaan mereka ketika kita menceritakan masalah kita pada mereka. Apakah mereka akan mengerti apa yang menjadi masalahnya, atau mereka akan sok tau dengan masalah kita, atau mereka justru akan mengacuhkan masalah yang kita ceritakan.

Menjadi diri sendiri dan percaya pada diri sendiri adalah pilihan yang paling baik untuk saat ini. Teruslah membaik dalam hidup.

Life is not to be survive, but life is to better“, (IP)

Advertisements

2 thoughts on “Bahagia Untuk Orang Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s