Menjadi Lebih Baik atau Tidak Sama Sekali

Hari ini (18/4) kembali PT KAI beraksi untuk melakukan penggunsuran terhadap hal-hal diluar kebutuhan utama adanya kereta api dengan tujuan untuk menambah dan pemperbaiki kenyamanan penumpang kereta api di Indonesia itu sendiri. Aksi kali ini direncanakan di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sesas desus yang terdengar adalah PT KAI akan menggusur pedagang-pedangan yang berada di sekitar Stasiun (beberapa meter dari lokasi).

Keputusan dan tindakan dari PT KAI ini dianggap oleh beberapa kalangan merupakan tindakan yang menentang hak asasi masyarakat Indonesia. Yaitu tentang HAM: “Setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan berkembang secara layak”. Dan sebagai bentuk perlawanan, terdengar kabar bahwa akan ada unjuk rasa dari pedagang setempat yang ‘mungkin’ juga akan didukung oleh mahasiswa sekitarnya.

Berikut ulasan yang saya baca:

BIENgxbCMAIe0Fs.jpg largeSecara pribadi saya setuju dengan tindakan PT KAI dalam memutuskan dan bertindak tegas terhadap hal-hal yang ditunjukkan sebagai bentuk pembersihan area kereta api. Karena saya sendiri sejak lama memimpikan area yang rapi, teratur dan akibatnya membuat saya lebih nyaman berada disekitarnya. Ini bukan mengartikan bahwa saya membenci adanya pedagang di area stasiun. Namun saya pribadi menjadi lebih nyaman bila Negara Indonesia menjadi lebih teratur.

Sebagai awalan ini mungkin berat bagi dua belah pihak. Tidak mungkin secara egois PT KAI bertindak keras kepada rakyat kecuali mereka telah memikirkan kelanjutan dari tindakan mereka. Hanya saja, mungkin kita yang tidak tau.

Sering kali, saya atau beberapa orang yang pernah berdiskusi bersama mengharapkan “Kapan Indonesia menjadi TERTIB terutama Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara yang notabennya banyak negara asing akan mengomentari”. Bukankah tidak nyaman bila Indonesia hanya dikenal di mata negara asing hanya bila kita menyebutkan BALI bukan Indonesia apalagi JAKARTA. Sebagai contoh atau cambukan ‘hinaan’ terhadap Indonesia adalah ‘JB berkata Indonesia, dimana itu, entahlah di suatu tempat yang antah berantah!‘. Menyakitkan bukan mendengarnya. Bukan! maksud saya bukan masalah hinaan itu namun apakah alasan JB memberikan komentar tentang Indonesia seperti itu. Pernah memikirkannya?! saya rasa hanya beberapa dari kalian saja.

Mungkinkah salah satu alasan dibalik hinaan itu adalah fasilitas Indonesia yang tidak membuatnya nyaman, sehingga tidak ada kesan yang tertinggal dari Indonesia. Maka bersama ini saya mengharapkan bantuan pembaca untuk melakukan tindakan yang melahirkan KETERTIBAN dan kenyamanan untuk Indonesia.

Saya tidak tau dalam bentuk apa para pembaca akan berkontribusi menertipkan Indonesia. Bisa jadi dengan menggunakan helm ketika bermotor, mematuhi lalu lintas tanpa protes, memberikan hak kepada pejalan kaki, menyebrang pada tempatnya alias di jembatan penyebrangan atau zebra cross, tidak menghentikan kendaraan di sembarang tempat, membuang sampah pada tempatnya dan sebagainya.

Sekali lagi saya mengatakan bahwa saya bukan mengungkit masalah penggusuran, namun apa yang saya komentari ini adalah lebih ke masalah ketertiban di Indonesia yang semakin lama semakin sulit untuk dibenahi bila tidak dimulai dari sekarang. Terima kasih. (IP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s