Menghitung Rating Pertelevisian

2 Oct

Hi! Baiklah, kali ini saya akan membahas soal “Rating” sinetron maupun acara pertelevisian di Indonesia. Bagaimana sebenernya cara menghitung dan mengetahui kapan acara tersebut sedang bagus ratingnya? dan untuk apa sebenarnya fungsi rating itu sendiri?

Pertama-tama saya katakan dan akui dahulu kalau aku bukanlah orang yang pakem/ahli di bidang pertelevisian. Jadi kalau ada yang salah dalam penunilsan ini, mohon dimaafkan dan diperbaiki saja mana yang salahnya.

Suatu acara pertelevisian akan dinilai baik dan pantas ditonton yaitu dapat dilihat dari rating acara itu sendiri. Rating diperoleh dari jaringan/saluran pertelevisian di Indonesia. Saluran tersebut sedemikian rupa diatur untuk dapat menampilkan suatu diagram yang dapat dilihat dan dinilai statusnya. Penilaian status merupakan perhitungan di setiap detiknya saluran acara yang ditonton oleh masyarakatnya. Penilaian status ini ada yang tinggi dan rendah, menjadikannya sebuat rating dalam presentase. Dengan Rating tersebut, suatu saluran tv atau acara tv dapat memperoleh iklan dan keuntungan sponsor lainnya. Jadi rating yang tinggi akan membantu besar dalam suksesnya suatu stasiun tv.

Namun sayangnya, bagi saya sendiri pemahaman mengenai rating cukup mengecewakan terutama di setelah melihat acara tersebut. Ada seseorang yang berkoar-koar “yes, acara kami menang pernghargaan ini dan itu karena kami dapat mempertahankan rating acara kami”. sebenarnya ungkapan tersebut tidaklah aneh. Namun sedikit menjengkelkan jika justru yang mendapatkan penghargaan adalah acara itu-itu saja selama bertahun-tahun. Bukankah rating tersebt menjadi sebuah pertanyaan.

kita contohkan saja misalnya acara X di stasiun tv Y. dan acara A di stasiun tv B.

Y dan B merupakan stasiun TV ternama yang tentu saja salurannya dapat di terima oleh seluruh bagian di Indonesia. bahkan Y dan B lebih jernih diterima di pulau We dari pada siaran tv lokal (HHH). Pokoknya Ydan B jernih banget deh. Jadi Y dan B akan ada di semua TV di Indonesia.

X dan A adalah acara musik. X tanyang pukul 7-9 pagi dan A tayang pukul 9-11 pagi.

Asumsinya adalah X kepagian sehingga beberapa penikmat musik masih terlelap di balik selimutnya. A sukses berat karena semua penikmat musik sudah bangun.

Jika dilihat memang keduanya memiliki jenis acara yang sama namun jam tayang yang berbeda itu membuat saya sedikit aneh bila X dan A justru menjadi nominasi bersamaan. belum lagi secara sepihak kita lihat bahwa sebenarnya tidak semua orang yang menghidupkan Y pasti menonton X begitu pula dengan A dan B. Tidakkah Y perpikir jika saya menonton Y mungkin sebabnya karena tidak ada siaran lain yang dapat saya tonton kecuali Y.

Hal yang sama juga sempat saya pikirkan misalnya sola rating sinetron dan/atau playlist music. Musik udah update kemana-mana eh playlistnya masih yang itu-itu aja. Seharusnya kan diupdate juga.

Saya masih mengakui perhitungan yang cukup baik soal playlist music itu pas jamannya MTV Ampuh. XD

Sebenarnya persaingan ini terlihat tidak sehat dan sedikit membingungkan. tapi ya sudahlah. Nasi sudah menjadi bubur, dari pada tidak ada gunanya mending tambahin cakwe sekalian. Jadi enak  deh itu bubur 🙂 (IP)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: