Run to you…sorry!

13 Apr

Entah apa yang membuatku ingin menuliskan keluh kesah ini.

Kekhawatiran yang tidak pernah berujung….

Kepuasan manusia memang tidak pernah terbatas…itu adalah fakta yang tak terelakan.

Dalam doa aku selalu berharap bisa dekat dengan kedua orangtuaku. Mengabdikan diri sebagai anak. Tapi pilihan tetaplah pilihan…bukannya tidak mau memilih yang terbaik. Tapi ada rasa ‘khawatir’ yang selalu menghantui setiap ingin menentukan langkah. Apakah ini tanda-tanda orang yang ‘mati’ langkah?.

Taukah kalau sebenarnya tulisan ini tidak ku buat untuk menceritakan hal ini. Diawal paragraf yang telah ku buat ‘kekhawatiran’ itu datang kembali. Dihadapkan pilihan dan keputusan yang membuat rasa kosong di dada ini terasa penuh dengan air. Sesak di dada hingga hanya emosi yang ingin aku keluarkan.

Apakah ada yang memilih untuk sendiri selamanya? Akukah orangnya?

Dimanapun tempat berteriak yang bisa membawaku pulang dalam sekejap mata maka akan kugapai sejauh apapun tempat itu. ‘Aku ingin pulang’. Inikah tiga kata yang selama ini tersembunyi di dalam lubuk hatiku. Kubuang jauh-jauh selama aku hidup ‘jauh’ dari mereka.

Mungkin bukan hanya aku yang jauh dari orangtua. Mungkin ada yang lebih lama, jauh dari orangtuanya. Mungkin ada yang bahkan benar-benar sudah tidak bisa kembali merasakan kehangatan orangtua. Lalu apalah aku ini?

Aku hanya mencoba berfikir positif bahwa ‘kalimat’ yang mereka lontarkan hanya agar aku bisa kembali berkumpul bersama mereka. Hanya harapan mereka kepadaku. ‘kalimat’ yang hanya ingin mengatakan “Anakku kapan kau pulang”.

Jika ditanya ‘bagaimana kabarmu?’ maka dengan sangat cepat akan kujawab ‘Alhmdulillah, baik’. Itu tidak bohong, secara fisik aku benar-benar dalam keadaan baik. Bahkan sangat baik. ‘hati’ku bagaimana? Itu butuh waktu agar aku sendiri bisa memahaminya.

Selama ini yang aku lakukan adalah membuat diriku sendiri bahagia, nyaman dengan lingkungan sekitarku dan memudahkan semua urusan hidupku. Benar-benar orang yang mudah kan?. Tanpa target, tanpa rencana, tanpa ambisi, tanpa paksaan….hanya ingin hidup dengan rasa cinta. Pagi hari aku sudah memutuskan akan bahagia maka jika dipertengahan jalan ada ‘titik’ yang membuatku sulit, ‘titik’ itu akan aku tinggalkan jauh, berusaha keras agar hanya aku yang mengetahui keberadaannya.

Siapa yang akan aku salahkan? Adakah orang yang ingin aku salah?

Hidup ini aku yang menjalaninya. Jadi rasa sakit yang ada di ‘dalam’ sana hanya aku yang bisa menyembuhkannya. Psikolog itu hanya seorang teman bagiku. Jadi siapapun bisa menjadi psikolog untukku.

Kembali lagi, jadi apa yang akan aku lakukan? Waktu yang sudah aku buang, mau aku apakan? Rasa sesal yang menghantuiku mau aku kenamankan? Apakah benar saat ini aku sudah benar-benar membutuhkan ‘sosok’ lainnya?

Memikirkannya saja membuatku menyerngitkan dahiku. Bagaimana bila saat itu memang sudah didekatkan oleh Tuhan? Apa yang bisa aku lalukan? Lari? Mau lari kemana?

Maafkan aku yang masih belum bisa membahagiakan kalian. Maafkan aku yang hanya bisa memberikan rasa rindu pada dada kalian. Maafkan aku yang masih bodoh, yang tetap egois dengan rasa nyamanku sendiri. Maafkan aku Ibu….Bapak….Maafkan karena sudah menyakiti kalian.

“Aku juga rindu dengan kalian”. Ingin rasanya aku berlari kepelukkan kalian. Tapi egoku ini masih terlalu kuat. Andai ‘kekalahan’ itu tidak pernah datang. Mungkin saat ini aku akan selalu berlari ke arah kalian. Mungkin aku adalah salah satu anakmu yang belum pernah siap atau bakan tidak siap dengan ‘kekalahan’.

‘Maafkan aku’ untuk kalian yang pernah merasakan keegoisanku. “Maaf”.

~Di bawah cahaya lampu kamar, derasnya kerinduan, padatnya pekerjaan, dan dua hari  setelah hari ulang tahunku. (ip)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: