Archive | February, 2017

Bunga Tidur

2 Feb

Bunga tidur itu apa?

Impian, harapan, kenangan, kebahagiaan, kekecewaan, ketakutan …

Tidak semua orang bisa mengingat mimpinya untuk satu malam. beruntunglah dimana kita dapat mengingatnya saat kita membuka mata. mengapa? karena alam bawah sadar kita saat tertidur dan bangun kembali memiliki dimensi yang berbeda.

Aku sendiri tipe orang yang jarang bermimpi ataupun dapat mengingat mimpiku. ada, mungkin beberapa mimpi yang bisa aku ingat salah satunya mimpi ini.

Harapan dan doa itu selalu beriringan. sama halnya harapanku dengan usiakun saat ini sebagai seorang wanita. melengkapi kewajiban sebagai anak. benar? menikah. Aku bukan bermimpi menikah. mimpiku adalah menemukan orang yang tepat yang berani mengambil langkah bersamaku.

Di dalam mimpiku, dia seorang yang baik dan tulus. Dia lebih tinggi dariku. Dia memiliki bahu yang nyaman bila aku bersandar padanya. Dia memiliki orang yang harus dia jaga dengan keterbatasan kemampuan. Dia menerimaku dengan senyumnya. Dia membuka lengannya untuk kekuranganku. Dia merangkulku saat aku  benar-benar membutuhkan orang lain.

Ini mimpi, jadi besar kemungkinan bagian penting lainnya sudah aku lupakan saat aku terbangun. Tapi hangat suasana dan rasa nyaman yang diberikan dia dalam mimpi membuatku bahagia menyamput hariku hari itu.

Mimpi dimana membuatku juga menerima dia dan membuka hatiku untuknya. yang aku rasakan pada saat itu adalah aku tidak menyukainya karena orangtuaku. dalam mimpiku, tidak ada pernikahan yang diapksakan seperti drama-drama. saat itu sepertinya dia sudah lama berada disisiku namun aku hanya menganggapnya sebagai orang lain. keberadaannya saat itu membuatku sadar kalau aku juga perlu bahagia dengan caraku sendiri. Dia yang berani berjanji akan membahagiakan orangtuaku.

Aku ingat dimana dia membawaku dengan motornya. Aku yang tidak mau menyentuhnya meski hanya sekedar untuk keamananku saat dibonceng dia. yang akhirnya dia mengatakan sesuatu hal yang membuatku menangis tersedu-sedu. perkataannya membuat tanganku mengulur dengan mudahnya untuk memeluknya dari belakang dan menangis sejadi-jadinya di bahunya. membuatku mengatakan “iya aku mau bahagia”.

Entar bagaimana dia membawaku kesebuah rumah. dalam bayang-bayang ada yang mengatakan itu akan menjadi rumahmu. tapi aneh, rumah itu saat ini adalah warung yang ditempati oleh seorang ibu-ibu lanjut usia yang sangat kejam. ibu itu tidak suka dengan keberadaanku. lalu ada seorang anak bertubuh tinggi, namun kembali ada yang berbisik mengatakan anak itu adalah anak ‘dia’ yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan anak-anak lainnya. anak itu tinggi namun tingkahnya benar-benar seperti anak usia 7 tahun. anak itu marah saat ibu itu memarahiku yang aku sendiri tidak tau alasannya. untuk menenangkan anak itu, aku menariknya dengan memeluknya dan mengelus dadanya dari belakang. dan anak itu menangis di bahuku karena dia tidak suka ada orang berteriak padaku. saat itu aku tidak tau persis dimana ‘dia’ tapi aku melihatnya tersenyum.

Ini mimpi jadi jelas semua wajah yang ada dimimpiku tidak ada yang aku ingat. tapi sikap ‘dia’ dan anak laki-laki itu membuatku sangat nyaman bangun di pagi hari itu. Mimpi yang membuatku ingin selalu memimpikan mereka kembali dan melihat akhir ceritanya. Mimpu di rabu (1/2)