Andai Indonesia Sadar?!

Sering kali kita berandai-andai tanpa ada tindakan dan dukungan.

Kali ini saya berandai-andai berdasarkan padangan saya terhadap lingkungan saya dan beberapa merupakan input dari rekan dekat saya.

Beberapa hari lalu saya ngobrol bareng dengan rekan, membahas mengenai gossip Hamish dan Raisa. Banyak yang berkomentar patahati baik dari sudut padang laki-laki maupun perempuan. Bukan itu yang akan saya bahas, melainnya perjalanan Hamish saat pertama kali menjadi host di My Trip My Adventure, TransTV. Kembali ke sudut pandang saya saat itu, jujur saya bangga dan acungkan jempol saya kepada para staf TransTV yang meng-create acara TV show se-spectakuler itu. Saya pengikut dan penggemar berat beberapa acara besar dari Korea Selatan seperti 1N2D, RM, RS, Fantastic Duo, dll. Jadi kerap kali saya membandingkan acara yang ditayangkan di TV.

Bukan bermaksud buruk, ini menurut saya terkait MTMA saat pertama kali tayang:

  1. Host-nya total dan “good looking”.
  2. Ide untuk keliling Indonesia, sembari mempromosikan adat istiadat daerah dan keindahanya.
  3. Cara pengambilan gambar yang sangat baik.
  4. Editor dan transkrip yang sangat baik.
  5. Waktu yang konsisten (tidak diperpanjang-panjang) dan tidak bertele-tele.
  6. *pokoknya saat jaman Hamish, Denisumargo, Nadine, Vicky, yang menjadi host saya -Solute-

Yang saya sayangkan saat itu adalah Tidak Ada Dukungan Dari Pemerintah untuk acara sebagus ini. Maksudnya apa? saya saat itu rutin menonton acara MTMA dimana hanya tayang setiap Minggu selama 1 Jam. Setiap usai saya selalu membaca credit title MTMA, yang mau saya cari tau adalah SPONSOR utama. betapa kecewanya saya selama 2 minggu pertama saya pantau tidak ada Logo Pemerintah -Pariwisata Indonesia- dengan slogan mereka “Wonderful Indonesia “. Yang ada dikepala saya, Kenapa tidak ada dukungan dari pemerintah? apakah TransTV yang tidak mengajukan sponsor atau pariwisata yang tidak tau?

At the end, setelah 1-2 bulan acara MTMA ada, dan host semakin banyak, saya melihat Sponsor yang saya cari-cari itu. Tidak hanya di bagian credit title, Wonderful Indonesia juga tampil di opening dan beberpa produk (kaos) yang digunakan host. GREAT! Bayangkan jika yang menonton MTMA adalah orang luar negeri. Sama seperti saya yang menonton 1N2D dari TV online saja yang pada akhirnya mencintai dan ingin tau banyak tentang Korea Selatan.

Lambat, Kurang Perhatian, Kurang Sadar, ini menurut saya terhadap Pemerintah Indonesia dan Penduduknya (ini artinya termasuk saya).

Andai Indonesia Sadar?

  1. Pemerintah secara detail membuat tim sendiri yang tugasnya mengawasi linkungan. Bukan seperti Polisi atau Tentara. Yang saya maksud adalah mereka akan menangkap semua informasi terkini tentang Indonesia secara positif dan inovatif dengan tujuan mempromosikan Indonesia.
  2. Pemerintah tegas terhadap peraturan. saya melihat TV itu tidak ada kontrol, dan terkadang saya mengaggap isinya seperti “Sampah” tidak mendidik saya. Secara jaman sekarang informsai sudah bisa kami dapatkan hanya dengan sebuah tombol. Saya sering membahas ini, apa yang seharusnya dilakukan agar tayangan di indonesia lebih teratur. Filter seperti apa yang seharusnya dilakukan.
  3. Indonesia itu kaya akan Adat Istiadat dan Budaya. Ini merupakan nilai jual yang sangat tinggi.
  4. Indonesia itu punya banyak innovator. Pemuda pemudi jika diberikan kesempatan dan ruang, saya yakin Indonesia akan terkenal jauh dibandingkan Korea Selatan. Jika bingung maksud saya, ini contohnya: Jika saat ini acara TV itu jelek semua dan banyak yang bersifat copy karena scriptwriter yang sudah kehabisan Ide, maka lakukan intern scriptwriter atau sekalian open scriptwriter tujuannya untuk melihat ide-de dari orang lain, meskipun bukan keahliannya. Yang mahal itu idenya, setelah memperoleh ide dan sepakat visi misi, bisa saja intern/open scriptwriter tsbt hanya berfungsi sebagai second scriptwriter atau bisa saja hanya membeli idenya. Next-nya seharusnya sudah paham dong. Yang susah dicari itu Idenya.
  5. Kita itu sering kali hanya melihat kelemahan dan kekurangan Indonesia saja, sehingga tidak pernah mau speak-up dan sering kali hanya ngikut. Atau sekalinya berteriak, malah memalukan negara, heboh, hingga anarkis. Tidak main cerdas.
  6. Kita itu egois, hanya mementingkan lingkungan kecil saja. melihatnya hanya jarak pendek bukan jarak panjang.
  7. Kita itu tidak konsisten dan mudah dipengaruhi. Bodoh.
  8. Kita itu tidak mau rugi sejenak atau mau mencoba hal baru atau tidak mau ambil resiko. Cobalah belajar dari Korea Selatan, yang saat ini mereka berani Speak-up meskipun masih perang dengan Korea Utara. Saya ingat dengan quote acara Hitam Putih “Kita itu tidak berani ambil resiko, padahal belum tentu yang beresiko itu buruk, bisa jadi itu adalah awal dari kebaikan” yang panjang.

Ya mungkin banyak lagi yang bisa dilakukan oleh kita khususnya Pemerintah.

Kami hanya bisa berharap padamu dan berandai “Andai Indonesia Sadar?!” (ip)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s