Kisah yang panjang

Mungkin setiap individu punya rasa sesal. Tapi bagaimana mengendalikan rasa sesal itu yang akan menjadi kisah yang panjang dalam kehidupanmu. Akupun mengalaminya…

Aku bisa menghitung rasa sesalku yang paling melukai langkahku dalam hidup. Ada 3 rasa sesal yang paling mendalam disepanjang 27 tahun hidupku. Kisah ini tentu berhubungan erat dengan orang-orang yang paling aku sayangi, keluarga.

Sesalku yang pertama membuat luka mendalam pada rasa percaya diriku saat menghadapi ujian. Tidak ada rasa percaya diri meskipun aku benar-benar telah berhasil memperoleh apapun yang aku cita-citakan. Sesalku yang kedua membuat aku mudah sekali membenci orang-orang yang menyakiti hati Ibu dan Bapak-ku. Sesaku yang ketiga membuatku siap mengorbankan diri untuk adik-ku.

Mungkin kejadian sesal pertama dan kedua sudah sangat lama, kisahnya hanya menjadi ingatan yang mengotori hatiku yang sampai saat ini belum ada yang bisa mengobatinya termasuk ibu dan bapak-ku. Rasa sesal yang dulu pernah diingatkan oleh temanku untuk melupakannya agar aku bisa terus maju dan melihat masa depanku.

Aku maju dan berusaha menyelesaikan apa yang ada dihadapanku, tapi aku lemah jika dihadapkan kembali dengan rasa sesal itu.

Rasa sesal ketigaku terjadi dimasa dewasaku yang membuatkan sangat membenci “mereka yang berseragam”. Ini perasaanku dan ini kisahku, jadi aku punya hak untuk memutuskan siapa yang aku cintai ataupun aku benci. Kisah ini dihadapkan langsung kepadaku, kisah yang membuatku benar-benar takut, kisah yang membuatku memahami kalau aku hanya besar mulut, kisah yang membuatku sadar kalau aku hanya perempuan, kisah yang membuatku harus berani pasang badan meskipun nyawa yang menjadi ancaman.

Aku benci “mereka yang berseragam”, bukan kalimat biasa. Kalimat ini mampu membuatku menangis seketika, membuatku tidak bisa tidur disuatu malam, membuatku gemetar karena amarah yang tak tertahan. “mereka yang bersagam” membuatku tidak menyukai segala hal yang menunjukan suatu kelompok tertentu. Seragam yang hanya digunakan untuk menunjukan seberapa kuat dan hebat kamu dihadapanku.

Ya Allah, jangan pertemukan aku dengan mereka yang berkaitan dengan sesalku. Bukan karena aku tidak percaya dengan kuasaMu tapi itu karena aku tidak yakin dengan diriku sendiri yang akan kuat berhubungan dengan mereka.

Aku selalu membayangkan bagaimana jika suatu saat aku dipertemukan dengan salah satu keluarga mereka dimana kisahku seharusnya happy ending, maka aku berani mengganti kisahku menjadi sad ending. karena aku tidak yakin jika aku akan kuat bila harus bertemu dengan mereka disepanjang sisa kehidupanku.

Luka dan sesal ini menjadi kisah yang panjang dalam hidupku. Yang membuatku punya pilihan untuk memperjuangkan keluargaku. Yang membuatku memilih bahagia dengan caraku sendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s